More about me?

Head Up

Head Up

Sabtu, 04 Juli 2015

Gagas Media Birthday: Terus Bergegas!



HAPPY BIRTHDAY GAGAS MEDIA! #TerusBergegas. Wish you being a forever happiness-maker. I really love GagasMedia's, so just goin to participate on your birthday. Here's my answer for those questions😄

1. Sebutklan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!
So it's kind of favorite novel, right? Maybe 12 isn't enough but ok, i'll write it down.
(1) Sunshine Becomes You by Ilana Tan
(2) In a Blue Moon by Ilana Tan
(3) Refrain by Winna Efendi
(4) London by Windry Ramadhina
(5) Melbourne by Winna Efendi
(6) Draft 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu by Winna Efendi
(7) Divergent by Veronica Roth
(8) The Fault in Our Stars by John Green
(9) Ai by Winna Efendi
(10) Winter in Tokyo by Ilana Tan
(11) I FOR YOU by Orizuka
(12) Bangkok by Moemoe Rizal

2. Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?
(1)Sunshine Because You, of course.
Nangis antara sedih dan terharu. Ada beberapa hal yang bikin nangis. Pertama, ngebayangin rasanya ngeliat video dari orang yang paling kita sayang dan posisinya orang itu udah ngga ada, omg that's kind of things that hurt me the most. Kedua, waktu ayahnya Mia Clark ngasih ucapan - ucapan kalo Alex Hirano harus kuat di akhir novel. Ketiga, pas akhirnya konser piano Alex Hirano di gelar, disitu dia ngasih prakata tentang Mia Clark terus dia ngeliat kursi kosong deretan paling depan yang harusnya jadi kursinya Mia Clark.....
(2) I FOR YOU!
Nangis bayangin gimana rasanya harus jadi cewek yang menderita sakit yang ngga umum tapi ngga ada yang mau ngertiin, dan sekaligus rasanya jadi cowok yang ngerasa ngga bisa apa - apa buat ceweknya yang punya penyakit ga umum, dan justru cowok lain yang nanganin pas ceweknya kambuh, hhh..
(3) Ai.
Ngga ngerti lagi, sedih bangetttt:(:(

3. Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?
 "Buat saya, menulis adalah 10% talenta, 40% teknik, dan 50% komitmen. Menulis itu bisa dipelajari."

"The key is always to try again."

-Winna Efendi, Draft 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu

Quotenya bikin saya jadi semangat untuk ngelanjutin cerita-cerita yang saya buat yang sebelumnya selalu berhenti ditengah jalan.

4. Siapakah tokoh dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya. Hehehe.
EDVAN di novel Bangkok karya Moemoe Rizal. Saya suka sama laki-laki yang bisanya ngga cuma stay cool aja didepan pacarnya. Saya suka laki-laki kayak Edvan; fun, asik, santai, cool tanpa dibuat-buat, rela ngelakuin apa aja demi cewek yang di sayang, bisa grogi depan cewek yang disayang dan smart. Cocok sama saya karna saya itu jenis cewek yang suka ngeliat cowok mau ngelakuin apa aja buat kita dan saya akan nahan dia sebelum dia ngelakuin itu, yang penting keliatan kalau dia emang serius sama omongannya. Evan juga tipe orang yang asik dan ngga jaim atau stay cool dibuat-buat, cocok sama saya yang akan asik-asik aja asal ngga didiemin hahahaha.

5. Ceritakan ending novel yang berkesan dan ngga akan kamu lupakan!
Ini epilog dari novel Sunshine Becomes You karya Ilana Tan. Sebelumnya udah pernah saya post di blog sangking saya sukanya sama epilog ini.

"SESEORANG pernah berkata padaku bahwa dia tidak tahu kenapa aku bisa mencintai orang seperti dirinya. Terus terang saja, aku juga tidak tahu. Kurasa aku tidak termasuk salah satu orang yang merasa kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. Karena cinta terjadi begitu saja. Kau tidak bisa memaksakan diri mencintai seseorang, sama seperti kau tidak bisa memaksakan diri membenci orang yang kau cintai."

Alex Hirano terdiam sejenak, menarik napas dan mengembuskannya perlahan. "Tapi kalau aku harus menjawab pertanyaan itu," lanjutnya sambil merenung, "Kurasa aku akan berkata bahwa aku mencintainya karena dia adalah Mia Clark."

Mata Alex menyapu sekeliling aula konser yang dipenuhi ratusan penonton. Ia melihat kedua orangtuanya duduk di barisan pertama kursi penonton. Ray dan Karl juga ada di sana. Lalu matanya beralih ke arah Mr. dan Mrs. Clark yang juga duduk di barisan pertama. Mereka tersenyum menyemangati Alex. Akhirnya mata Alex terpaku pada kursi kosong di samping Mrs. Clark dan dadanya langsung terasa nyeri.

"Walaupun dia tidak bisa berada di sini hari ini," kata Alex tanpa mengalihkan pandangan, "kuharap dia mendengar lagu ini. Di mana pun dia berada. Dan kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernapas, aku akan selalu mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya." 

Beberapa detik kemudian, lagu yang selalu membuatnya teringat pada Mia Clark dan setengah jiwanya yang hilang pun mengalun lembut, mengisi seluruh sudut ruangan besar yang sunyi senyap itu dengan nada-nada indah yang pada akhirnya membuat para penonton mendesah dan memejamkan mata, membayangkan sinar matahari yang hangat, padang rumput yang hijau, dan langit biru tak berawan.

Disini kita bisa liat gimana seorang cowok bisa bener - bener sayang sama cewek tanpa alasan yang pasti selain karna ya emang perasaan yang ada. Dan setiap saya baca itu saya selalu bayangin sinar matahari hangan, rumput hijau sama langit biru.

6. Buku pertama GagasMedia yang kamu baca, dan kenapa kamu memilih itu?
Jujur aja saya lupa karna banyak banget novel GagasMedia yang udah saya baca tapi seinget saya, saya ketagihan buku Gagas Media karna novel Promises, promises. Pertama saya beli novel itu karna saya sukaaaaaaaa banget sama covernya. Sampe sekarang, itu jadi cover favorit saya. Hehehe.

7. Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?
Winter in Tokyo. Because i like Tokyo a lot and i love rain's smells. Just a good combination.

8. Sekarang, lihat rak bukumu.. cover buku apa yang kamu suka, kenapa?
Promises, promises. Ngga tau kenapa jenis font judul sama bunga dan warna - warnanya tuh pas banget, enak banget di liat. Manis. Apalagi judulnya "promises", saya langsung mikir "it must be kind of a sweet story"

9. Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?
Saya suka novel yang romantis yang temanya itu pekerja, tapi bukan pegawai kantor, lebih ke pekerja industri kreatif. Terus juga lebih nyeritain tentang lovelifenya. Kayak novel - novelnya Ilana Tan:)

10. Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?
ILANA TAN. Dia terlalu misterius and i'm her number one fans. Saya mau berterima kasih sama little journey yang udah dia bikin buat pembacanya, terima kasih udah jadi penulis dan bikin saya bisa ngerasain jadi orang lain selama saya baca novel dia. Saya mau tanya gimana caranya dia bisa nyusun kata - kata yang sederhana tapi dalem banget. Dan, thank her for giving me such a good time while i read her novel.

11. Lebih suka baca e-book (buku digital) atau buku cetak (kertas), kenapa?
Buku cetak. Pertama, karna saya emang suka ngeliat rak buku saya penuh sama buku-buku kesayangan saya. Kedua, i like the smells of a new book. Ketiga, mata saya lebih nyaman baca buku kertas.

12. Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!
You can judge a book by its cover if it was GagasMedia.

-xoxo

Selasa, 30 Juni 2015

How?

Just for a second
Let the blue cover all the stars
They just make me blind

But, oh
The blue that caught just blinding too
I can't see
It's just the same

Can you be oh the night without stars?
But it will look like the moon is lonely
What should i do?

I can't make it in to pieces without torn it
But i can't see it if i wreck it

Oh what a sad story is it
I'm dying to know

How can i see the sky without jealously and blind and without broke anything
I'm dying to know
Right now.

Sabtu, 27 Juni 2015

Epilog

My all time favorite part on my all time favorite novel. Sunshine Becomes You Epilog.

"SESEORANG pernah berkata padaku bahwa dia tidak tahu kenapa aku bisa mencintai orang seperti dirinya. Terus terang saja, aku juga tidak tahu. Kurasa aku tidak termasuk salah satu orang yang merasa kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. Karena cinta terjadi begitu saja. Kau tidak bisa memaksakan diri mencintai seseorang, sama seperti kau tidak bisa memaksakan diri membenci orang yang kau cintai."

Alex Hirano terdiam sejenak, menarik napas dan mengembuskannya perlahan. "Tapi kalau aku harus menjawab pertanyaan itu," lanjutnya sambil merenung, "Kurasa aku akan berkata bahwa aku mencintainya karena dia adalah Mia Clark."

Mata Alex menyapu sekeliling aula konser yang dipenuhi ratusan penonton. Ia melihat kedua orangtuanya duduk di barisan pertama kursi penonton. Ray dan Karl juga ada di sana. Lalu matanya beralih ke arah Mr. dan Mrs. Clark yang juga duduk di barisan pertama. Mereka tersenyum menyemangati Alex. Akhirnya mata Alex terpaku pada kursi kosong di samping Mrs. Clark dan dadanya langsung terasa nyeri.

"Walaupun dia tidak bisa berada di sini hari ini," kata Alex tanpa mengalihkan pandangan, "kuharap dia mendengar lagu ini. Di mana pun dia berada. Dan kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernapas, aku akan selalu mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya." 

Beberapa detik kemudian, lagu yang selalu membuatnya teringat pada Mia Clark dan setengah jiwanya yang hilang pun mengalun lembut, mengisi seluruh sudut ruangan besar yang sunyi senyap itu dengan nada-nada indah yang pada akhirnya membuat para penonton mendesah dan memejamkan mata, membayangkan sinar matahari yang hangat, padang rumput yang hijau, dan langit biru tak berawan.

I just can't get enough. This novel has a big part in my life.

Kamis, 25 Juni 2015

Perhitungan

Kata kakak gue, semua yang ada di dunia ini tuh berdasarkan hitungan. Ya mungkin karna dia juga dasarnya suka yang namanya hitung menghitung.

Lah gue?

Sadly, gue sama sekali, SAMA SEKALI, ngga suka sama yang namanya pelajaran hitung menghitung. Penting emangsi tapi buat tau lebih dalem OMG big no.

Gue daftar jurusan kuliah gue sekarangpun karna gue pikir ngga ada itung2annya. Bahagialah gue. Tapi ternyata. Akuntansi, statistik, matematika ekonomi, they're some of the most important lectures. Pas tau bakal ada akuntansi 5 semester, gue rasanya mau gila. Helloooo BAHKAN AKUNTANSI SMA AJA GUE GAMAU TAU.

Dan, disinilah gue berakhir. Business in Creative Industries dengan ipk hancur lebur akibat matkul itung2an yang nilainya subhanallah ancurnya.

Tapi ngga apa, kata kajur gue ipk jelek ngga masalah yang penting setiap semester nambah, lalu harapan buat lulus gue muncul lagi.. Sebenernyapun gue suka kok sama jurusan yang gue ambil, gue ngerasa "ini tuh gue banget gaes" tapi ya itu tadi, itung2an menghambat gue lulus on time.

Gue ga peduli kalo ada yang bilang "yah ini sih gampang, parah banget lo ga bisa." WTF i don't care you can do it or not, i don't like it and i don't give a fuck. Tapi ya gue inget - inget lagi kalo gue harus ambil semester pendek karna itung-itungan. Gue ngeluarin duit lebih cuma buat hal yang gue ngga suka. Heu. Mending buat beli novel 10 biji dapet deh.

Jadi, gue sebenernya bikin post ini di tengah malem cuma buat ngeyakinin diri sendiri sih kalo ngulang matkul itung-itungan cuma bikin uang gue terbuang sia-sia. Doakan aku bisa bersahabat sama angka-angka itu ya, gaes! At least, gapengen sobek buku karna liat mereka.  Semangat otw semester 3.

Selasa, 23 Juni 2015

Blogger.

Jadi blogger.

Jadi blogger udah sejak, entah kapan. Hahahaha sebenernya gue jijik mengingat tentang blog gue dimasa lalu terutama pas SMP, gue punya udah dari kelas 7 semester 2, kira - kira 2009.
Dari dulu sampe sekarang ngga beda jauh, sama - sama ngga jelas dan isinya cuma tentang gue sama kehidupan gue, yaiyalah ini kan blog gue wkwk.

Bedanya, dulu gue...... sakit jiwa. Jadi dulu kalo gue kesel sama orang, ga suka sama orang ya gue tulis di blog, beserta nama lengkap orang itu, fotonya dan link ke account dia HAHAHAHAHAHA dan gue juga ngata-ngatain dia, gue ga tau tuh yang namanya ga enak apalagi sopan santun.
Dulu juga gue menuliskan apa aja, a p a  a j a, APA-AJA, yang ada di otak gue. Misalkan gue mau nulisin tentang gue sama cowo gue, ya bener - bener gue tulis sampe datail bgttttttt. Sampe kalo sekarang gue baca tuh kayak... "hmm.. dulu gue begini? terus gue ga malu?" wkwkwk. Bahkan masalah pribadi gue soal cinta - cintaan yang rumit dan detail juga gue curahkan disitu OMG

Tapi juga, dulu tuh gue bener - bener kerajingan blog gitu, addicted. Karna dulu banyak yang visit blog gue, blog lama gue maksudnya, dan banyak yang komentar - komentar gitu, silent reader yang ga silentnya kalo ketemu langsung doang sama gue, terus visitor perharinya lumayanlah ga kayak sekarang yang senyap, followersnya ada, bahkan ada yang ajak kenalan karna suka sama blog gue wkwk jadinya gue semangat untuk memperbaharui blog gue berkala. Jadi, kalo udah bosen langsung gue dekor ulang gitu deh. Biasanya gue ngedekor ulang itu diatas jam 9 gitu, pake segala di edit - edit di Photoshop yang selesainya bisa sampe jam 3 pagi wkwkwkwk. OH! Dan dulu gue ngerti dikit - dikit soal HTML, sekarang gue buta total.

Gue udah ganti blog berkali - kali karna saat gue udah ngerasa blog gue terlalu tercemar, gue lock dan gue buat blog lagi, dan gitu aja terus sampe bego. Sampe sekarang sih maksudnya karna sampe sekarang pun gue bego hehe.

Gue pernah mau nyoba jadi blogger yang cool gitu, tapi ga bisa. Mau yang lucu - lucu, gila gue bacanya aja enek. Mau yang sok - sok fashion, boro - boro deh baju ke kampus aja bingung harus pake yang mana. Mau yang food blogger? Makanannya udah abis duluan. Jadi, ya begini. Dari dulu blog gue isinya random ga jelas tentang gue, kegiatan gue, cerita gue, hidup gue. Karna sekarang ga frontal juga mungkin yang bikin blog gue sepi selalu.

Gue seneng aja gitu memenuhi hasrat para haters (satu orang doang sebenernya) yang penasaran banget tentang hidup gue yang selalu mereka usik - usik melalui segala macem, askfm misalnya. Dan juga ya buat tempat cerita dan curhatan gue lah karna ngga ada yang mau denger. Dari dulu, itu doang inti dari blog gue, curhatan. Random.

xoxo

Sabtu, 20 Juni 2015

Drama Korea

Back then, when I hear about kpop or something like those guy I was like.. 
"OMG WTF apaan banget si lenje klemer - klemer yuh pake baju jaring - jaring maygadh ikan kali ah di jaring - jaring"

But now, actually since several years ago, everything has changed.
Nggak sih, gue nggak yang maniak sampe suka sama boyband korea yang dengerin lagunya tiap saat, pajang poster dan bayar 2 juta buat nonton konsernya. TAPI, gue ketagihan sodaranya, namanya Drama Korea.
Cowok-cowok yang ada di drama sih emang masih agak gimana gitu karna selama 18tahun di Indonesia nggak banyak yang begituan bajunya tapi ya masih lumayan biasa di mata gue dan karna biasanya tokoh mereka di drama tuh bisa bikin gue kayak tiba - tiba ga peduli sama baju - bajunya atau tangannya yang lentik banget atau mukanya yang kadang kelewat unyu.
Dan, yang penting jalan ceritanya. Mereka selalu punya cerita yang buat gue tuh deg-degan, tapi cerita mereka nggak lebay. Episode cuma sekitar 20an jadi nggak bertele - tele dan ngebosenin. Karakter tiap tokohnya tuh karakternya kuat gitu.

Hal paling penting dalem drama buat gue itu, pemainnya. Ganteng apa nggak, cantik apa nggak wkwkwk terus setelah itu baru ceritanya. Gue paling suka yang high school gitu deh yang lokasi syutingnya paling banyak disekolah. Biasanya ada 3 orang cowok berandalan yang duduk paling belakang terus ada anak - anak pinter yang di teken terus sama orang tuanya biar masuk univ paling oke, ada juga gerombolan cewek - cewek yang kerjanya dandan doang, ada lagi yang bego - bego, terus yang biasa aja, ada yang comel juga, ada yang di bully sama 3 berandalan nah terus ada tokoh utamanya deh yang diceritain, ada yang kereeeee bgt dan ada yang emaknya kerjanya nyumbang buat yayasan sekolah. OH! Sama ada wali kelas yang disayangin sama murid - muridnya. Ada wakil kepsek atau petinggi sekolah yang adillll bgt atau yang kerjanya nerima suap. Ada juga guru yang cari muka terus sama petinggi sekolah. Tapi dari semua itu gue ga pernah bosen sama yang namanya drama sekolahan asalkan pemainnya ganteng - ganteng & cantik - cantik:d

Terus juga original soundtrack dramanya! Biasanya mereka punya lagu khusus buat setiap pemain atau buat setiap jenis kejadian. Misalnya si A muncul, lagunya ini. Atau B muncul, lagunya itu. Atau bisa juga kalo pemeran utamanya menang, lagunya D dan kalo sedih, lagunya H. Jadi karna kita nonton terus - terusan, terutama kalo nontonnya yang udah tamat kan sehari bisa nonton sampe 5 episode atau lebih, otomatis itu lagu sering keputer kan nah gue jadi kebayang sama lagu itu. Atau kalo kita nonton ulang lagi drama yang udah kita tonton, terus denger soundtracknya tuh jadi "ahhh ini kan pas pas lagi bagian ini" dan seterusnya. Intinya, lagunya tuhg nempel diotak, biarpun gue ga tau artinya apa wkwk.

Oh, yang paling susah itu kalo kita baru - baru nonton dan harus ngehafalin namanya:(:(:(

Drama korea yang pertamaaaa kali gue tonton itu The Heirs. Pertama kali gue mutusin buat nonton itu setelah beberapa temen gue post kalo mereka nonton itu pas liburan, terus juga ada yang sampe nonton 2 kali, ada juga yang mojok - mojokin gue buat nonton dan akhirnya nonton deh gue. Kalo diitung, gue udah nonton The Heirs 5 kali kayaknya wkwkwk. Biarpun banyak banget drama yang udah gue tonton, gue tetep paling cinta sama The Heirs. Bagian paling gue suka itu di episode terakhir pas Cha Eun Sang sama Kim Tan ngasih narasi penutup....

Kim Tan: “But nothing has changed. We still don’t know how to skillfully grow apart or make up smoothly.”

Eun Sang: “But we know how we each hurt, cried, fell apart, and fought fiercely within the time of being 18 years-old.”

Kim Tan: “At 18, we fell for each other, liked each other, cried, ran away, knelt down, and turned our backs to each other many times.”

-See scenes of Tan and Eun Sang turning their backs to each other in the past, hurting each other, and running away from one another.-

Eun Sang: “Still, at 18, we ran toward each other, held hands, and tightly embraced one another.”

Eun Sang: “We might fall or end up kneeling again. But still…”

Kim Tan finishes: “We go forward.

Dan lebaynya, gue nangis gitu. Jadi gimanaaa gitu pas umur 18 tahun huhuhuh

Oya, ada lagi kata - kata narasi penutup yang gue suka. Ini dari drama High School 2015 yang baru aja tamat kemarin selasa...

Eun Bi : “Eighteen. It’s too early to realize your dreams, but the perfect age to begin dreaming. Falling down hurts, but it’s the perfect age to learn a hundred ways to get up again.”

Eun Bi: "We’re eighteen, so we live every day as if it’s our last—loving and hating fiercely. It’s an age where we falter and get hurt easily, and are hurting more than anyone. Despite that, the reason we can look back on that time and say we were happy is one person’s warm outstretched hand. Not more, not less, but just one person—if we each approach one friend who’s crying and stretch out a hand like this, there’s nothing that I—we—can’t endure. It’s okay. You can hurt. Because you’re eighteen."

Rasanya seneng dan sedih aja gitu kalo drama nya udah tamat..
Ending is the best part.

(((((It’s okay. You can hurt. Because you’re eighteen.)))))
 

Selasa, 16 Juni 2015

Sunshine Becomes You

Hi!
Long time no see. And it's been a long time since my last post.
Kali ini, gue mau menceritakan tentang sesuatu hal yang sangat - sangat - sangat penting buat gue.

Jadi, gue ini kan pengkonsumsi novel. Gue punya writer favorit gue sepanjang masa. Namanya ILANA TAN. At least itu nama yang di tulis di novelnya, karna nggak pernah ada yang tau siapa dia, laki - laki atau perempuan, tua atau muda, ya kecuali mungkin orang - orang yang terlibat dalam novelnya itu sih.
Gue udah lupa kapan pertama kalinya gue baca novel dia, karna novel pertamanya aja udah terbit dari 2006. Kayaknya pertama kali gue baca itu sekitar 5 tahun yang lalu deh. Sekali gue baca, gue langsung ketagihan buat baca novel - novel yang lain. Waktu itu baru ada tetralogi 4 musim; Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo dan Spring in London.
Kalau ada yang nanya, ceritanya nyambung apa nggak, jawabannya adalah nggak. Ilana Tan identik sama novel yang cuma menghubungkan karakter a di novel 1 yang ternyata sepupunya karakter b di novel 2, kira - kira gitu deh contohnya. Kalau ceritanya, nggak ada hubungannya antara novel 1, 2, 3 dan 4.
Sebenernya menurut gue ceritanya itu nggak terlalu rumit atau gimana tapi kalo buat gue, yang bikin novel dia keren banget itu kata - katanya, cara dia bikin alur, perandaian latar, karakter, dan sederhananya itu. Novel - novelnya itu bisa bikin gue baca mereka berulang kali tanpa bosen dan justru nagih.
Nah, setelah tetralogi 4 musim itu akhirnya Ilana Tan ngeluarin novel lagi tahun 2012 yang berjudul Sunshine Becomes You, the one that I'm goin to talking about, nanti. Dan terakhir, In a Blue Moon yang baru keluar April 2015 kemarin. Lagi - lagi ada yang saling berhubungan tapi bukan melalui karakter kayak tetralogi 4 musim. Kali ini melalui latar lokasi dan waktu. Dan, tokoh utama dari 2 novel ini sama - sama sebagai anak angkat. Ini juga salah satu yang bikin gue cinta sama novel - novel Ilana Tan:')

Sekarang, kita masuk ke intinya ya wkwkwk.
Jadi, Sunshine Becomes You ini jadi novel mega best seller.
Dan, novel ini. Akan. Di. Angkat, Ke. Layar. Lebar. Oke?
GUE UDAH NUNGGU INI DARI PERTAMA KALI GUE SELESAI BACA NOVELNYA.
Bahkan, gue udah nunggu - nunggu tetralogi 4 musim juga setelah gue baca novelnya pertama kali. Tapi, yang nyatanya akan diangkat jadi film duluan itu ya Sunshine Becomes You. Nggak apa - apa, sama aja. Toh, udah ada kabar kalo Maxima Picture udah ngebeli Winter in Tokyo buat di jadiin film juga hihihihihihi. Satu persatu, khayalan gue jadi nyata:')
Okey, balik lagi. Setelah nunggu berminggu- minggu akhirnya 3 cast tokoh utama; Mia, Alex, Ray di umumin juga sam account resmi PH-nya: HitMakeStudio.
Castnya adalahhhhh Herjunot Ali as Alex, Boy William as Ray dan NabilahJKT48 as Mia.
Ini yang penting.
Gue pribadi sebenernya nganggep Junot kurang cocok jadi Alex karna Alex sama Ray itu keturuna Jepang. Tapi, siapa sih yang bisa bener - bener cocok? Gue sendiri nggak bisa jawab tapi seenggaknya kita tau lah kemampuan dia gimana dan film- film nya dia selama ini pun bagus. Boy, wah ini menurut gue cast yang paling pas sama karakter di novel. Nggak tau dimananya, tapi ya pas aja gitu. Dan menurut gue dia juga tipe yang total dan niat gitu sih, apalagi udah pernah main film bareng Chelsea Islan!! WKWKWK tetep gua gabisa move on dan gabakal bisa move on dari Chelsea
:(
Terakhir, NabilahJKT48. HHHHH just, HHHH. Jujur aja ini yang gue paling nggak sreg:(:( Bukan gue nggak suka karna dia anggota idol group atau apa tapi yang gue bayangin selama ini tuh Mia wanita dewasa yang kalem tapi ceria gitu deh, nggak sesuai aja sama mungkin image Nabilah yang bawel gitu di mata gue. Ya gue juga belum pernah nonton film - film yang dia mainin sih makanya gue ngga ngomongin acting dia. Cuma aja, just no:( Gue juga gatau siapa tapi bukan dia:( Bukan masalah umur juga atau apalah, pokoknya jangan dia:(:(:(
Tapi, kita bisa apa? Mau protes gimana pun tetep nggak ngerubah apa - apa cuma mancing ribut sama fans dia. Bahkan, Ilana Tan sendiri sama kayak reader novelnya yang baru tau castnya setelah diumumin di twitter. Dia nggak ikut proses pemilihan cast, nggak tau kenapa. Jadi, agak kecewa juga padahal seenggaknya gue bisa pasrah kalo Ilana Tannya sendiri ikut ngecasting pemainnya:(:(:(

Gue seneng setengah mati waktu tau kalo Sunshine Becomes You bakal di filmin tapi juga takut setengah mati, takut kejadiannya kayak sekarang:( Tapi(lagi), yasudahlah nasi sudah jadi bubur. Katanya cast - cast itu udah latihan biar mereka total dan bahkan Boy William udah upload video dia latihan jadi Ray Hirano yang seorang b-boy.

Gue, sebagai reader sejati novel Ilana Tan cuma bisa pasrah berharap yang terbaik sama filmnya. Semoga semua cast bisa total dan sesuai sama novelnya. Alex Hirano pemain piano klasik yang profesional, Ray Hirano b-boy internasional dan Mia Clark salah satu dari 5 penari kontemporer terbaik di dunia. Berharap dan berharap.

Gitu aja, gue cuma mau menyampaikan keresahan gue yang selama ini nggak tau mau taro mana wkwkw lebay tapi sumpah beneran sedih - sedih dikit gitu deh.
Doain ya semoga sukses filmnya!!!

Bye!